Budi Rahardjo Weblog
   


Selamat datang di blog saya

About
Blog BR yang berada di Kampus ITB

Subscribe
Subscribe to a syndicated feed of my weblog, brought to you by the wonders of RSS.

Links
Daftar link

  • GBT: Blog di luar kampus.

  • Powered by blosxom

           
    Wed, 17 Aug 2005

    Kereta Api dan Buku
    Perjalanan Bandung - Jakarta dan sebaliknya merupakan bagian dari kehidupan saya. Saya memilih untuk tinggal di Bandung, sementara sebagian besar pekerjaan saya berada di Jakarta. Mengenai mengapa saya tetap tinggal di Bandung akan saya ceritakan lain kali. Kali ini saya ingin membahas mengenai Kereta Api dan Buku.

    Perjalanan Bandung - Jakarta bisa dilakukan dengan menggunakan pesawat, kereta api, dan mobil (planes, trains, and automobiles). Dari ketiga alat transportasi tersebut, kereta api merupakan pilihan utama saya. Sebetulnya dari segi waktu, kereta api mungkin yang membutuhkan waktu paling lama untuk mencapai Jakarta (3 jam). Sekarang sudah ada jalan tol Cipularang yang membuat perjalanan dengan mobil menjadi lebih singkat (meskipun masih macet di tol Pondok Gede dan di jalan dalam kota Jakarta). Tapi saya tetap menyukai kereta api karena saya bisa tidur dengan nyaman. Atau ... membaca buku.

    Sebetulnya kultur membaca buku kutur orang Indonesia. Di kereta api, yang lazim dilakukan oleh orang Indonesia adalah tidur, makan, atau ngobrol. Kalaupun membaca, yang dibaca adalah koran atau majalah. Jarang orang Indonesia yang membaca buku di kereta api. Ini berbeda dengan orang asing yang cenderung membaca (meskipun biasanya buku novel).

    Waktu luang di kereta api ini memberikan saya kesempatan untuk membaca buku. Mungkin lebih tepatnya adalah memaksa saya membaca. Saya habiskan 1 jam, 2 jam, atau bahkan pernah hampir seluruh perjalanan saya habiskan dengan membaca buku. Hasilnya, saya lebih produktif dalam membaca buku. Tumpukan buku yang harus saya baca memang masih bertambah - karena saya membeli buku terus - akan tetapi ada yang sudah bisa saya singkirkan dari tumpukan itu. Lumayan. Ada kemajuan.

    Sayangnya buku yang bisa saya bawa ke kereta apa adalah buku yang memiliki ukuran tidak terlalu besar dan tebal. Buku teks terlalu berat untuk dibawa. Padahal kadang-kadang saya ingin membaca kembali buku teks tersebut sebelum mengajar. Akibatnya yang saya bawa biasanya buku yang berukuran kecil dan tipis, seperti buku saku saja. Mungkin ini justru membawa berkah karena saya terpaksa membawa buku dengan topik-topik yang berbeda-beda, mulai dari teknis, bisnis, agama, filsafat, dan sebagainya. Saya tidak lagi terpaku kepada buku teknis (umumnya tentang information security) saja. Wawasan menjadi lebih terbuka.

    Terima kasih untuk Kereta Api dan Buku.

    http://rahard.modblog.com/core.mod?show=blogview&blog_id=712531

    [] permanent link


       
    Kategori khusus

    IT
    ITB
    music
    Semua

    Ke situs utama di kampus