| Budi Rahardjo Weblog | |||||||||||
|
About
Subscribe
Links
|
Thu, 19 Oct 2006
Lalu Lintas Internet Indonesia
Salah satu topik yang sering keluar dalam diskusi di berbagai milis dan pertemuan di darat adalah padatnya lalu lintas internet Indonesia yang ke luar negeri. Hampir semua pengguna Internet Indonesia memiliki alamat email yahoo atau gmail. Yahoo Messanger (YM) juga merupakan aplikasi yang paling populer di Indonesia. Padahal semua ini menggunakan jaringan ke luar negeri. Sebetulnya ada banyak layanan internet di Indonesia, akan tetapi layanan Indonesia ini kurang populer. Opini saya sih mengatakan bahwa layanan buatan Indonesia ini kurang populer karena dikelola asal jalan. Pengelola tidak memiliki obsesi seperti di luar sana. Kalau layanan down, dibiarkan lama. Kalau di luar negeri, pemberi layanan juga menggunakan layanan tersebut sehingga kalau layanan tidak berfungsi mereka ikut merasakannya. Eat your own dog food adalah istilah yang sering digunakan. Nah, dalam rangka menyemarakkan content dalam negeri yang menggunakan infrastruktur dalam negeri, maka saya mulai aktif kembali menghidupkan blog ini. Blog ini diletakkan di dalam kampus ITB. Mudah-mudahan aksesnya tidak terlalu lambat. Selamat menikmati. Tadi pagi, ketika kuliah Konsep Teknologi, saya mencoba memotivasi mahasiswa untuk mengejar cita-cita (dreams). Asal mulanya sih kuliah berkisar soal desain. Saya ceritakan bagaimana proses pencarian solusi yang dilakukan oleh seorang engineer. Nah, salah satu proses yang harus dilalui adalah pencarian solusi, yang notabene adalah mencari ide. Bagaimana kita memperoleh ide? Saya tampilkan sebuah buku, "How to Get Ideas." (Judul lengkapnya lupa karena saya tinggal. Nanti saya lengkapi.) Ada bermacam-macam caranya. Ada yang mulai dari mengumpulkan detail tentang masalah yang dihadapi, kemudian ... lupakan semua itu. Nanti ide akan muncul sendiri. (Ah, yang bener?) Wah, ceritanya bisa menjadi satu blog entry tersendiri. (Lain kali ya?) Salah satu heuristics untuk mencari solusi adalah vision. Pada saat itulah saya tampilkan film tentang Visi NTT Docomo dan awal film (10 menit pertama) mengenai asal mulanya Silicon Valley. Kemudian saya stop dan ajak diskusi. Sayangnya waktu diskusi kurang panjang karena kelas sudah harus selesai. Yah, kita lanjutkan di kelas berikutnya. Pada intinya saya ingin memotivasi mahasiswa. Reach your dreams. Itu saja. Mereka jangan hanya duduk di bangku kelas, mendengarkan dosen (yang membosankan), akan tetapi tertarik untuk mencoba. Get your hands dirty dengan cara ngoprek. Siapa tahu ketemu (nggak sengaja? he he he) inovasi baru yang bisa dikembangkan menjadi start-up. |
Kategori khusus |
|||||||||